0
Pasti sering kan kalian melihat mobil terendam banjir? Mau tau nggak cara menangani mobil kebanjiran?
Saya akan memberi sedikit tips bagaimana cara menangani mobil kebanjiran, sehingga bisa diklaim asuransi tanpa melanggar polis, atau jika tidak ada asuransi, mobil bisa dinyalakan tanpa menimbulkan kerusakan pada mesin.



BERIKUT TIPS MENANGANI MOBIL SAAT KEBANJIRAN

Seperti yang kita tahu banjir identik dengan kehidupan orang Jakarta datang dan pergi seperti setan jelangkung. Jika anda memiliki polis asuransi di mobil anda, maka anda sebaiknya TIDAK MENYALAKAN APAPUN DI MOBIL ANDA, jangan lakukan apapun pada mobil anda dan langsung hubungi hotline asuransi anda, lalu pastikan jenis asuransi anda mengcover asuransi bencana alam. Karena pada polis asuransi STANDARD tercantum bahwa asuransi kendaraan bermotor Indonesia BAB II pasal 3 menerangkan mengenai pengecualiaan pertanggungan polis asuransi yaitu “kerugian atau kerusakan akibat gempa bumi, hujan es, angin topan, tsunami, genangan air, banjir, tanah longsor, letusan gunung berapi, atau gejala geologinya lainnya”. Jadi pada awal anda membuat polis asuransi cantumkan dengan jelas apa yang ingin anda asuransikan dan apa saja yang ditanggung.


JANGAN SEKALI-SEKALI menyalakan mesin atau STATER mobil anda dalam keadaan setelah kebanjiran

 
Ini akan membakar seketika dynamo start mobil anda ataupun ECU anda. Dinamo start adalah alat yang menghidupkan mesin mobil anda, dengan cara mengaliri listrik yang akan memutar motor yang terhubung ke FLYWHEEL mesin anda.. biasanya setelah kebanjiran dynamo start ini akan terisi air, bahkan setelah air surut sekalipun ini bukan jaminan bahwa di dalam dynamo start sudah 100% kering.. kalau masih basah dan dialiri listrik, maka dynamo start akan hangus seketika.. dan anda harus membayar beberapa juta untuk menggantinya… kabar baiknya jika anda mengeringkannya 100%, dynamo ini dapat dipakai kembali.

ECU atau Electronic Control Unit adalah Komputer atau otak dari mobil anda yang berfungsi untuk mengatur injector, udara, dan pengapian pada mobil anda.

 Biasanya terletak dibawah dashboard di mobil jepang, untuk mobil amerika diatas engine bay. Ecu bentuknya seperti motherboard computer (PCB). Biasanya jika alat ini terkena air maka sinyal yang dikeluarkan akan random alias konslet, hasilnya timing antara angin, injeksi dan pengapian tidak akan sinkron maka mobil gak akan nyala…Biasanya setelah ecu terendam berhari2 tidak ada jaminan bahwa setelah kering ecu akan berfungsi 100%, tapi boleh dicoba dibersihkan dan dikeringkan..





Kalau mesin mobil sampai terrendam 100% biasanya semua soket2 sensor yang ada akan terisi dengan air, ini akan mengirim sinyal yang membingungkan ecu. Semua soket sensor, throttle, ABS, dan lainnya harus dikeringkan sebelum di pasang kembali.

Dari throttle, ruang bakar, sampai ke exhaust juga sebaiknya di keringkan sebelum di hidupkan, jangan lupa mengganti semua oli mesin, oli transmisi, oli gardan, karena air akan masuk ke semua ruang oli, dan oli yang ada akan terkontaminasi dan hilang daya lumas nya, jika dipakai terlalu lama akan menyebabkan kerusakan parah pada mesin anda.


BACA JUGA : CARA MENGATASI GROGI BELAJAR MOBIL

Untuk interior sebaiknya serahkan kepada ahlinya untuk menghilangkan semua bau di kabin, apalagi untuk kasus mobil yang terrendam 100%.. udah deh kalo begini mending kasi yang ahli bongkar2 aja.. Tapi kalau hanya masuk dikit ke dalam kabin… boleh kalau mau coba turunkan semua jok, bongkar karpet dasanya dan keringkan satu-satu. Sebelum dipasang lagi kabin harus 100% bebas dari kelembapan, kalau tidak jamur akan mulai berkembang dan akan menimbulkan bau tak sedap.


Post a Comment

Silakan Isi Form Ini Bapak / Ibu Untuk Mendapatkan Informasi Tentang Produk DAIHATSU Terbaru ..... Terima Kasih

 
Top